Kamis, 15 November 2012

Pengertian LED

By Nurhadi Mansyur   Posted at  8.01 AM   2 comments


       Lampu LED atau kepanjangannya Light Emitting Diode adalah suatu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika tersebut.
Misalnya pada sebuah komputer, terdapat lampu LED power dan LED indikator untuk processor, atau dalam monitor terdapat juga lampu LED power dan power saving.
Lampu LED terbuat dari plastik dan dioda semikonduktor yang dapat menyala apabila dialiri tegangan listrik rendah (sekitar 1.5 volt DC). Bermacam-macam warna dan bentuk dari lampu LED, disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya.

Fungsi Lampu LED
LED (Light Emitting Diode) merupakan sejenis lampu yang akhir-akhir ini muncul dalam kehidupan kita. LED dulu umumnya digunakan pada gadget seperti ponsel atau PDA serta komputer. Sebagai pesaing lampu bohlam dan neon, saat ini aplikasinya mulai meluas dan bahkan bisa kita temukan pada korek api yang kita gunakan, lampu emergency dan sebagainya. Led sebagai model lampu masa depan dianggap dapat menekan pemanasan global karena efisiensinya.
Lampu LED sekarang sudah digunakan untuk:
-          penerangan untuk rumah
-          penerangan untuk jalan
-          lalu lintas
-          advertising
-          interior/eksterior gedung
Cahaya Led
Kualitas cahayanya memang berbeda dibandingkan dengan lampu TL atau lampu lainnya. Tingkat pencahayaan LED dalam ruangan memang tak lebih terang dibandingkan lampu neon, inilah mengapa LED dianggap belum layak dipakai secara luas. Untungnya para ilmuwan di University of Glasgow menemukan cara untuk membuat LED bersinar lebih terang. Solusinya adalah dengan membuat lubang mikroskopis pada permukaan LED sehingga lampu bisa menyala lebih terang tanpa menggunakan tambahan energi apapun. Pelubangan tersebut menerapkan sistem nano-imprint litography yang sampai saat ini proyeknya masih dikembangkan bersama-sama dengan Institute of Photonics.
Sementara ini beberapa jenis lampu LED sudah dipasarkan oleh Philips. Anda bisa menemui beberapa model lampu LED bergaya bohlam yang hadir dalam warna putih susu dan juga warna-warni. Daya yang diperlukan lampu jenis ini hanya sekitar 4-10 watt saja dibandingkan lampu neon sejenis yang mencapai 12-20 watt. Jika dihitung secara seksama memang bisa diakui bahwa lampu LED menggunakan daya yang lebih hemat daripada lampu TL.
LED sebagai Sumber Cahaya Masa Depan
Sumber cahaya dari waktu ke waktu semakin berkembang, mulai dari penemuan lampu pijar oleh Edison dan dalam waktu yang hampir bersamaan ditemukan juga lampu fluorescence (TL) dan merkuri. Saat ini ada beberapa jenis lampu yang digunakan manusia untuk berbagai keperluan, yaitu lampu pijar, TL, LED, Merkuri, Halogen, Sodium dan sebagainya. Namun masih ada kekurangan pada lampu generasi pertama sehingga lampu terus dikembangkan agar bisa menghasilkan cahaya yang terang, memberikan warna yang bagus, hemat energi, portable (mudah dibawa) dan lain sebagainya. Yang paling menarik dari beberapa jenis lampu adalah LED.

LED Sebagai Dioda Semikonduktor
Light Emitting Diode (LED) merupakan jenis dioda semikonduktor yang dapat mengeluarkan energi cahaya ketika diberikan tegangan.

Struktur Dasar LED (diambil dari marktechopto.com)
Semikonduktor merupakan material yang dapat menghantarkan arus listrik, meskipun tidak sebaik konduktor listrik. Semikonduktor umumnya dibuat dari konduktor lemah yang diberi ‘pengotor’ berupa material lain. Dalam LED digunakan konduktor dengan gabungan unsur logam aluminium-gallium-arsenit (AlGaAs). Konduktor AlGaAs murni tidak memiliki pasangan elektron bebas sehingga tidak dapat mengalirkan arus listrik. Oleh karena itu dilakukan proses doping dengan menambahkan elektron bebas untuk mengganggu keseimbangan konduktor tersebut, sehingga material yang ada menjadi semakin konduktif.

Proses Pembangkitan Cahaya pada LEDCahaya pada dasarnya terbentuk dari paket-paket partikel yang memiliki energi dan momentum, tetapi tidak memiliki massa. Partikel ini disebut foton. Foton dilepaskan sebagai hasil pergerakan elektron. Pada sebuah atom, elektron bergerak pada suatu orbit yang mengelilingi sebuah inti atom. Elektron pada orbital yang berbeda memiliki jumlah energi yang berbeda. Elektron yang berpindah dari orbital dengan tingkat energi lebih tinggi ke orbital dengan tingkat energi lebih rendah perlu melepas energi yang dimilikinya. Energi yang dilepaskan ini merupakan bentuk dari foton. Semakin besar energi yang dilepaskan, semakin besar energi yang terkandung dalam foton.
Pembangkitan cahaya pada lampu pijar adalah dengan mengalirkan arus pada filamen (kawat) yang letaknya ada ditengah-tengah bola lampu dan menyebabkan filamen tersebut panas, setelah panas pada suhu tertentu (tergantung pada jenis bahan filamen), filamen tersebut akan memancarkan cahaya. Namun karena pada lampu pijar yang memancarkan cahaya adalah filamen yang terbakar, tapi jika suhu pada filamen melewati batas kemampuan filamen untuk menahan panas, akan mengakibatkan filamen lampu pijar sedikit demi sedikit meleleh dan selanjutnya putus sehingga lampu pijar tidak akan bisa memancarkan cahaya lagi. Umur dari lampu pijar kurang lebih sekitar 2000 jam. Sedangkan pada lampu flurescence atau lampu TL, proses pembangkitan cahaya hanya memanfaatkan ionisasi gas dalam tabung lampu lalu diberikan beda potensial diantara kedua ujung tabung lampu TL sehingga mengakibatkan loncatan-loncatan elektron dari ujung yang satu ke ujung yang lain dan saat terjadi loncatan elektron bersamaan dengan dipancarkannya cahaya dari loncatan tersebut. Kekurangan dari lampu TL adalah jika gas yang ada dalam tabung habis, maka cahayanya tidak bisa dipancarkan lagi. Umur dari lampu TL relatif lebih lama daripada lampu pijar.
Ketika sebuah dioda sedang mengalirkan elektron, terjadi pelepasan energi yang umumnya berbentuk emisi panas dan cahaya. Material semikonduktor pada dioda sendiri menyerap cukup banyak energi cahaya, sehingga tidak seluruhnya dilepaskan. LED merupakan dioda yang dirancang untuk melepaskan sejumlah banyak foton, sehingga dapat mengeluarkan cahaya yang tampak oleh mata. Umumnya LED dibungkus oleh bohlam plastik yang dirancang sedemikian sehingga cahaya yang dikeluarkan terfokus pada suatu arah tertentu.
Setiap material hanya dapat mengemisikan foton dalam rentang frekuensi sangat sempit. LED yang menghasilkan warna berbeda terbuat dari material semikonduktor yang berbeda pula, serta membutuhkan tingkat energi berbeda untuk menghasilkan cahaya. Misalnya AlGaAs - merah dan inframerah, AlGaP – hijau, GaP - merah, kuning dan hijau.

Cara kerja lampu led
LED sebagai sumber cahaya
Lampu pijar lebih murah tapi juga kurang efisien dibanding LED. Lampu TL lebih efisien daripada lampu pijar, tapi butuh tempat besar, mudah pecah dan membutuhkan starter atau rangkaian ballast yang terkadang terdengar suara dengungnya.
LED mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan lampu pijar konvensional. LED tidak memiliki filamen yang terbakar, sehingga usia pakai LED jauh lebih panjang daripada lampu pijar, LED tidak memerlukan gas untuk menghasilkan cahaya. Selain itu bentuk dari LED yang sederhana, kecil dan kompak memudahkan penempatannya. Dalam hal efisiensi, LED juga memiliki keunggulan. Pada lampu pijar konvensional, proses produksi cahaya menghasilkan panas yang tinggi karena filamen lampu harus dipanaskan. LED hanya sedikit menghasilkan panas, sehingga porsi terbesar dari energi listrik yang ada digunakan untuk menghasilkan cahaya dan membuatnya jauh lebih efisien.
RGB (Red Green Blue) LED atau LED yang bisa mengeluarkan warna yang dipancarkan lebih dari satu warna sehingga memungkinkan aplikasi LED yang semakin luas, khususnya menambah keindahan dalam dunia desain interior dan eksterior.
Dalam terminologi teknik pencahayaan, LED dapat dikatakan memiliki tingkat efisiensi luminus (cahaya) atau efikasi yang tinggi, karena perbandingan banyaknya energi cahaya yang dikeluarkan LED dengan besarnya daya listrik yang dikonsumsinya cukup tinggi jika dibandingkan dengan lampu pijar konvensional.
Salah satu contoh produk dari LED adalah LedVision yang dikeluarkan oleh Philips sebagai traffic light (lampu lalu lintas) yang tersusun dari ribuan LED yang dipasangkan pada lampu lalu lintas dengan umur (life time) mencapai 100.000 jam atau sekitar 10 tahun lebih sehingga efektif dalam mengurangi biaya perawatan.LedVision beroperasi pada tegangan rendah dan arus yang lebih kecil sehingga bisa menghemat sampai 90% energi listrik yang dikonsumsi oleh lampu pijar (yang sekarang banyak digunakan) dan umurnya 10 kali lebih panjang.
LED dengan cahaya monokromatiknya memiliki keunggulan kekuatan yang besar lebih dari cahaya putih ketika warna yang spesifik diperlukan. tidak seperti cahaya putih tradisional, LED tidak membutuhkan lapisan atau diffuser yang banyak mengabsorpsi cahaya yang dikeluarkan. cahaya LED mempunyai sifat warna tertentu, dan tersedia pada range warna yang lebar. salah satunya yang baru-baru ini warnanya diperkenalkan adalah emerald green (bluish green, panjang gelombangnya kira-kira 500nm) yang cocok dengan persyaratan sebagai sinyal lalu lintas dan cahaya navigasi. Cahaya LED kuning adalah pilihan bagus karena mata manusia sensitif pada cahaya kuning (kira-kira yang dipancarkan 500lm/watt).
Kelebihan LED dari lampu yang ada sekarang (lampu pijar, TL,dll) yaitu dalam hal efisiensi energi dan umur yang panjang menjadikan LED sangat berpotensi untuk dijadikan sumber pencahayaan pengganti lampu di masa depan. Kemajuan teknologi mungkin akan mengurangi biaya sehingga LED bisa menjadi idola sebagai lampu dimasa depan.
Anda mengenal lampu LED atau bahkan anda sekarang sudah menggunakannya. Bagai mana lampu tersebut bekerja?berikut ulasannya.Lampu LED berbeda dari sumber cahaya tradisional dalam cara mereka menghasilkan cahaya. Dalam sebuah lampu pijar, filamen tungsten dipanaskan oleh arus listrik sampai cahaya sehingga cahaya memancar. Dalam sebuah lampu neon, arus listrik menggerakan atom merkuri, yang memancarkan sinar ultraviolet (UV) radiasi. Setelah memukul lapisan fosfor pada bagian dalam tabung kaca, radiasi UV dikonversi dan dipancarkan sebagai cahaya yang tampak. Perlu ballast dan starter untuk memulai sebuah busur listrik.
Lampu LED, incontrast, adalah dioda semikonduktor. Ini terdiri dari sebuah chip bahan semikonduktor diolah untuk menciptakan sebuah struktur yang disebut pn (positif-negatif) persimpangan. Bila tersambung ke, mengalir powersource arus dari sisi p-atau anoda ke sisi n, atau katoda, tetapi tidak dalam arah sebaliknya. Pembawa muatan (elektron dan lubang elektron) mengalir ke junction dari elektroda. Ketika elektron bertemu lubang, itu jatuh ke tingkat energi yang lebih rendah, dan melepaskan energi dalam bentuk foton (cahaya). Oleh karena itu tidak ada pemberat atau Starter diperlukan, sehingga dibutuhkan daya listrik yang lebih kecil.
Sejarah lampu
Pra-Lampu listrik
Awal Manusia
Lampu pertama ditemukan sekitar 70.000 SM. Lampu ini, terbuat dari bahan alami yang terjadi, seperti batu, kerang, tanduk dan batu, dipenuhi dengan lemak dan memiliki sumbu serat. Lampu biasanya digunakan lemak hewani atau nabati sebagai bahan bakar. Manusia purba juga menyadari bahwa reflektor mentah akan membantu mengarahkan dan mengintensifkan cahaya.
Bahan bakar yang digunakan dalam lampu kuno, sangat bergantung pada ketersediaan. Minyak zaitun adalah bahan bakar utama mungkin digunakan di negara-negara Mediterania, dan diekspor ke daerah di mana zaitun tidak tumbuh. Minyak-minyak lain yang mungkin digunakan dalam lampu termasuk minyak wijen (terutama di Timur), minyak kacang, minyak ikan, minyak jarak dan minyak tanaman lainnya.

Bahan bakar lampu yang dapat diedit, sehingga lampu lebih mungkin untuk digunakan oleh orang kaya daripada orang miskin. Pada masa kelaparan, lemak akan dikonsumsi oleh orang miskin, dan mereka akan memiliki lebih sedikit bahan bakar yang tersedia untuk lampu mereka.
Dalam peradaban kuno Babilonia dan Mesir (3000 SM) misalnya, cahaya merupakan suatu kemewahan. The Arabian Nights jauh dari kecemerlangan dari hari ini. Istana orang kaya yang hanya diterangi kerlip api dari lampu minyak sederhana. Ini biasanya dalam bentuk mangkuk terbuka kecil dengan bibir atau cerat untuk menahan sumbu. Lemak hewani, minyak ikan atau minyak nabati (sawit dan minyak zaitun) dilengkapi bahan bakar.
Minyak Lampu Tembikar
Setelah lampu minyak alami, maka minyak mentah bekerja lampu, lampu tembikar diikuti. Tembikar Yunani awal adalah tangan-model. Lampu Keramik adalah sarana murah dan praktis pencahayaan, mudah untuk menghasilkan, mudah digunakan, namun agak berantakan untuk menangani. Minyak sering cairan dari lubang sumbu dan berlari menuruni luar lampu.
Selama SM, abad 6 5 dan 4, Athena adalah produsen utama dan eksportir lampu puisi berkualitas tinggi. Lampu serupa di desain dasar masih dapat digunakan saat ini, di beberapa bagian dunia.
Lilin
Penemuan lilin tanggal kembali ke sekitar 400 AD, mungkin agak lebih awal. Lilin relatif sedikit digunakan di rumah sampai sekitar abad ke-14, namun mereka itu merupakan simbol penting dari agama Kristen. Lilin-lilin terbaik terbuat dari lilin lebah dan digunakan terutama dalam ritual gereja karena lebah dianggap sebagai simbol kesucian. Tapi karena harganya mahal lilin lebah, lilin lemak minyak mentah harus digunakan oleh masyarakat umum. Lemak bau dan berasap. Lilin menetes buruk dan umumnya memberikan cahaya lemah.


Teori cahaya oleh Sir Isaac Newton
Sir Isaac Newton adalah seorang ilmuwan Inggris dan matematika yang banyak menyumbang berbagai bidang ilmu termasuk; gerak, gravitasi dan optik. Dia pertama kali merumuskan teori sel hidup cahaya. Newton berkata bahwa tubuh bercahaya memancarkan energi dalam partikel-partikel atau sel darah, dan bahwa partikel-partikel yang dikeluarkan dalam garis lurus. Partikel kemudian bertindak pada retina mata dengan cara untuk merangsang saraf optik dan menghasilkan sensasi penglihatan di otak.
Pada 1666 Newton pada usia 23, dilakukan percobaan prisma yang terkenal. Dia menyadari dan dicatat bahwa sinar matahari adalah cahaya putih yang berisi semua warna spektrum. Pada 1704 ia menerbitkan edisi pertama dari bukunya yang terkenal "Opticks '. Newton dengan benar mengidentifikasi pelaku bias yang terkait dengan percobaan di cahaya yang dibengkokkan karena perjalanan dari satu medium ke lainnya pada sudut sedikit, tergantung pada panjang gelombang. Dia tidak tahu bahwa ia mengulangi apa Leonardo da Vinci mencatat, dalam menulis cermin, sekitar 200 tahun sebelumnya.

Newton, seperti orang lain sebelum dia juga mencoba untuk menemukan hubungan antara cahaya dan warna dan antara cahaya dan suara. Ia menganggap bahwa divisi berhubungan dengan skala diatonis. Awal ilmuwan selalu dianggap warna primer menjadi area yang relatif besar dari spektrum: merah, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu. Namun pada tahun 1666, bernama warna 7 terletak antara biru dan ungu, seperti nila. ? Dia menulis: "Mengingat lastingness emosi di bagian bawah mata oleh cahaya, mereka tidak bersifat getaran Jangan sinar yang paling refrangible merangsang getaran terpendek - yang refrangible setidaknya terbesar Mungkin tidak harmoni dan perselisihan dari? warna muncul dari proporsi getaran disebarkan melalui serat-serat saraf optik ke otak, sebagai harmoni dan perselisihan suara muncul dari proporsi getaran udara? "
Jawaban untuk pertanyaan ini Newton, akan ada! Skala warna-Nya adalah sebagai berikut:
• Merah - C
• Jingga - D
• Hijau - F
• Biru - G
• Violet - B
• Indigo - Sebuah

Penemuan Cahaya Ultraviolet (UV)
The 'bagian gelap' dari spektrum matahari (berdekatan dengan sinar ungu) ditemukan pada tahun 1801 oleh fisikawan Jerman Wilhelm Johann Ritter dan bernama 'ultraviolet' radiasi.
Hari ini kita mengklasifikasikan radiasi UV sebagai berikut:
• UV-A (320-400 nanometer) - yang berdekatan dengan cahaya tampak, sering disebut sebagai cahaya dekat-UV atau hitam. Band ini adalah radiasi UV paling energik.
• UV-B (290-320 nanometer) - terletak di tengah spektrum. Hal ini umumnya dikenal sebagai UV erythemal dan merupakan band yang mengubah ergosterol di kulit menjadi vitamin D.
• UV-C (160-290 nanometer) - adalah panjang gelombang UV terpendek, dan karena efektivitasnya membunuh satu organisme sel, disebut UV kuman. Panjang gelombang yang lebih pendek menghasilkan ozon di udara (oksigen).

Lampu Minyak
Pada abad ke-18, pembakar pusat diciptakan. Sumber bahan bakar sekarang tertutup rapat dalam logam, dan pipa logam disesuaikan digunakan untuk mengontrol intensitas pembakaran bahan bakar dan intensitas cahaya. Sekitar waktu yang sama, cerobong kaca kecil ditambahkan untuk lampu baik melindungi api dan mengontrol aliran udara ke api. Bahan bakar pencahayaan awal terdiri dari minyak zaitun, lilin lebah, minyak ikan, minyak ikan paus, minyak wijen, minyak kacang, dan zat serupa.

Lampu minyak tanah - sebagai penemuan luas penting - diperkenalkan di Jerman pada tahun 1853. Minyak tanah sulingan dari minyak yang diperoleh dari serpih minyak, ditemukan di tambang. Dengan 1856 Minyak Tanah yang digunakan untuk rumah cahaya di New York (gas datang ke kota itu pada tahun 1864.)
Lampu Gas
Pada 1792, penggunaan komersial pertama dari pencahayaan gas mulai ketika William Murdoch menggunakan gas batubara untuk penerangan rumahnya di Redruth, Cornwall. Penemu Jerman Friedrich Winzer (Winsor) adalah orang pertama yang paten pencahayaan gas batubara pada 1804 dan "Thermolampe" menggunakan gas disuling dari kayu dipatenkan pada tahun 1799.
Pada awal abad ke-19, kebanyakan kota di Amerika Serikat dan Eropa telah jalan-jalan yang lampu gas. Gas pencahayaan untuk jalan-jalan memberi jalan untuk sodium tekanan rendah dan pencahayaan tekanan merkuri tinggi di tahun 1930-an dan pengembangan pencahayaan listrik pada pergantian abad ke-19 digantikan lampu gas di rumah.
Gas Pencahayaan (INGGRIS)
Penggunaan umum pertama gas penerangan jalan berlangsung di London pada tahun 1814. Dengan 1823 hampir 40.000 lampu telah dipasang di 215 mil dari jalan-jalan di London.

Itu adalah pengenalan pencahayaan gas ke teater yang mulai kemajuan nyata pertama di teater pencahayaan. Gas dikelola dan dikontrol. Sentralisasi sistem remote control dikembangkan, biasanya di sayap, di belakang panggung. Katup kontrol berisi 'gas piring' antara pasokan gas utama dan 'sirkuit' setiap lampu gas, dan membiarkan lampu kaki, lampu sayap, dll untuk diredupkan, cerah atau padam di akan.
Gas Pencahayaan (AMERIKA)
Gas pencahayaan diperkenalkan ke teater Amerika pada 1816 di Chestnut Street Theater di Philadelphia. Pada tahun 1926 Teater Bowery adalah yang pertama di New York, diterangi oleh gas. Teater dibakar sembilan kali sebelum dihancurkan pada tahun 1930. Tidak ada lampu gas di bioskop Chicago, sebelum tahun 1850, ketika bekerja gas pertama kota dibangun.

Sebagai perusahaan gas kota tidak ada di seluruh negeri, teater masing-masing untuk memproduksi suplai sendiri gas. Meskipun gas telah banyak keunggulan dibandingkan lampu minyak dan lilin, dikatakan bahwa beberapa ratus bioskop dibakar di Eropa dan Amerika dari penggunaan pencahayaan gas.

Lampu listrik
Lampu listrik Arc
Pada 1809, Sir Humphrey Davy pertama menunjukkan busur karbon listrik di Royal Institution di London. Busur listrik juga digunakan untuk penerangan di Opera Paris. Pada waktu itu dan sampai sekitar 1860, satu-satunya sumber daya listrik berasal dari baterai. Setelah generator listrik cukup berkembang, ada gelombang aktivitas dari 1878 dan seterusnya.

Lampu busur listrik diperkenalkan di luar Opera Paris pada tahun 1877. Ini adalah lilin di mana dua batang paralel di mana karbon dipisahkan oleh isolator yang mencair perlahan menjauh oleh lengkungan sehingga makan sendiri dua karbon.

Dengan 1884 ada 90.000 lampu busur listrik menyala pada malam hari di Amerika Serikat, di mana pembangunan pada skala yang lebih besar daripada di tempat lain.
Kepala busur listrik masih digunakan saat ini oleh followspots tua banyak dan proyektor film, digunakan dalam fasilitas hiburan di seluruh dunia. Followspots modern dan proyektor sekarang cenderung mengandalkan High Intensity Discharge (Xenon, CSI, HTI, dll) lampu, sebagai gantinya.
Bagaimana Arc Lampu Kerja
Sebuah lampu busur karbon bekerja dengan mengaitkan dua batang karbon ke sumber listrik. Dengan ujung lain dari batang spasi pada jarak yang tepat, arus listrik akan mengalir melalui sebuah "busur" dari penguapan karbon menciptakan cahaya putih yang kuat.

Semua lampu busur menggunakan menjalankan arus melalui berbagai jenis plasma gas. AE Becquerel Perancis berteori tentang lampu neon pada tahun 1857. Lampu busur tekanan rendah menggunakan tabung besar plasma gas bertekanan rendah dan termasuk: lampu neon dan lampu-lampu neon.
Pertama pijar Lampu Listrik
Although Edison tidak menemukan lampu filamen listrik, namun ia berubah ke dalam bentuk teori praktis dan salah satu yang pertama untuk berhasil memasarkan lampu pijar. Paten Kanada pertama yang mencakup sebuah lampu pijar itu disampaikan oleh Henry Woodward dan Matius Evans, tanggal 24 Juli 1874 - sekitar lima tahun sebelum pembangunan lampu Edison. Mungkin Namun, kimiawan Jerman Herman Sprengel yang memelopori bola lampu vakum pada tahun 1865.

Referensi: untuk informasi lebih lanjut hubungi studi MIT publikasi penemuan, disahkan oleh Arthur A. Bright, berjudul "Industri Lampu Listrik".
Edison Lamp Lampu vs Swan
Lampu pertama Edison berhasil menggunakan benang katun dikarbonisasi sebagai filamen, diinstal dalam bola kaca, dengan udara semua dievakuasi. Pada sore hari tanggal 21 Oktober 1879, prototipe Edison telah berlangsung 45 jam. Hari berikutnya Edison mulai bereksperimen menggunakan kardus sebagai filamen. Filamen kardus bahkan lebih sukses, dan dalam beberapa bulan, produksi lampu telah meningkat. Pada Malam Tahun Baru, 31 Desember 1879, Edison memberikan demonstrasi publik pertama dari penemuan barunya, di Menlo Park, New Jersey. Kereta api khusus berjalan di Pennsylvania Railroad untuk mengakomodasi massa pengunjung. Lampu filamen 100 karton yang digunakan dalam demonstrasi ini, pencahayaan jalanan, laboratorium, dan stasiun di Menlo Park. Setiap lampu dinilai pada 16 candela dan dikonsumsi sekitar 100 watt. (Hidup rata-rata sekitar 100 Hrs.)

Pada tahun 1880 Edison bereksperimen dengan bahan lain untuk filamen, termasuk kayu, rumput, rambut dan bambu. Dari spesimen 6000 atas diuji oleh laboratorium, bambu, menjadi umum digunakan untuk filamen.

Pada tahun 1880, pada 17 Januari, Paten Nomor 223898 dikeluarkan untuk Edison untuk TA Edison Lampu Listrik.

Pada tahun 1881, dua tahun setelah lampu pijar pertama meninggalkan lokakarya Edison, kapal uap 'Columbia' ini dilengkapi dengan seribu dari mereka. Dalam dua tahun, ada lebih dari 300 stasiun tenaga listrik yang ada, makan lebih dari 70.000 lampu pijar, masing-masing dengan kehidupan rata-rata 100 jam.
Seiring dengan, (dan lainnya) Joseph Swan, juga dikreditkan dengan inventing lampu pijar. Swan menunjukkan lampu filamen karbon untuk sekitar 700 orang di Newcastle-upon-Tyne pada tanggal 5 Februari 1879.

Swan pengembangan dari lampu pijar dilaporkan dalam, 29 Oktober 1880 isu "Rekayasa", yang mengutip dia sebagai berikut: (SWAN) "pencahayaan listrik oleh lampu pijar hanya yang sederhana seperti pencahayaan busur adalah sulit, semua yang diperlukan adalah bahan yang bukan merupakan konduktor listrik yang baik sangat, sangat dpt dicairkan dan yang dapat dibentuk menjadi kawat atau lamina, dan tidak mudah terbakar di udara, atau jika terbakar, tidak mengalami perubahan dalam ruang hampa ".

Tempat pertama yang akan diterangi oleh lampu Swan baru orang-orang dari Sir William Armstrong di Cragside dekat Newcastle pada Desember 1880.
Lampu pijar Bagaimana Kerja
Bola lampu pijar bekerja dengan cara ini: mengalir listrik melalui filamen yang berada di dalam bola lampu, filamen memiliki ketahanan untuk listrik; perlawanan membuat filamen panas ke suhu tinggi, filamen dipanaskan kemudian memancarkan cahaya. Semua lampu pijar bekerja dengan menggunakan filamen fisik.

Thomas A. Edison lampu menjadi lampu pijar pertama yang sukses secara komersial (sekitar 1879). Edison menerima US Patent 223.898 untuk lampu pijar di 1880. Lampu pijar masih secara teratur digunakan di rumah kita, hari ini.
Bola lampu
Berlawanan dengan kepercayaan populer, Thomas Alva Edison tidak "menciptakan" bola lampu pertama, tetapi ia diperbaiki ide 50 tahun. Sebagai contoh: dua penemu yang mematenkan sebuah bola lampu pijar sebelum Thomas Edison melakukan itu Henry Woodward dan Matius Evan. Menggunakan rendah saat ini, filamen berkarbonisasi kecil, dan vakum ditingkatkan dalam dunia, Edison berhasil menunjukkan bola lampu pada tahun 1879 dan, sebagaimana yang mereka katakan, sisanya adalah sejarah. "
Footcandle (FC)
Itu adalah pada hari-hari awal pencahayaan listrik yang pengguna mulai bertanya berapa banyak cahaya yang mereka butuhkan. Unit pengukuran footcandle ini dikembangkan sebagai ukuran dari 'iluminasi'.

Definisi footcandle adalah: "Satuan pencahayaan ketika kaki diambil sebagai satuan panjang. Ini adalah pencahayaan pada permukaan, satu kaki persegi di daerah di mana ada keseragaman fluks terdistribusi satu lumen, atau iluminasi yang dihasilkan pada permukaan semua titik yang berada pada jarak satu kaki dari sumber titik terarah seragam satu. "

Lux (Lux)
Internasional (metrik) unit iluminasi adalah 'lux'. Ini adalah pencahayaan yang dihasilkan pada permukaan satu meter persegi di daerah pada jarak satu meter dari sumber titik yang seragam.
Lux / Footcandle konversi
FC = LUX x 0,0929 - Contoh 1: 500 x 0,0929 = Lux 46.5 FC
Lux = FC x 10,76 - Contoh 2: 50 x 10,76 = FC 538 Lux
Umumnya Anda bisa beberapa FC dengan 10 untuk mendapatkan LUX - atau, membagi LUX dengan 10 untuk mendapatkan FC.
Tingkat pencahayaan yang direkomendasikan untuk berbagai kegiatan dan tugas-tugas yang diterbitkan oleh Society llluminating Engineering. Hari ini kita tahu bahwa itu bukan hanya 'jumlah' cahaya yang mempengaruhi visibilitas. Faktor-faktor lain seperti kontras dan silau sama-sama penting.

Penerangan dari matahari di permukaan bumi dapat melebihi 100.000 LUX, (atau 10.000 FC) selama hari-hari musim panas. Pada malam hari cahaya yang dipantulkan dari bulan mungkin setinggi 0,2 LUX, (atau FC 0,002).
Kekuatan lilin
Pada tahun 1860, salah satu pengukuran pencahayaan dasar, candela itu, didirikan dengan menggunakan lilin spermaceti, dengan berat tertentu dan membakar pada tingkat tertentu, sebagai dasar.
Gas Discharge atau Lampu Uap
Amerika, Peter Cooper Hewitt dipatenkan lampu uap merkuri pada tahun 1901. Ini merupakan lampu busur yang menggunakan merkuri uap tertutup dalam bola kaca. Lampu uap merkuri merupakan pelopor dengan lampu neon. Lampu busur tekanan tinggi menggunakan bola kecil gas tekanan tinggi dan meliputi: lampu uap merkuri, lampu sodium tekanan tinggi busur, dan lampu halida logam busur. .
Filamen tungsten Ganti Filamen Karbon
Amerika, Irving Langmuir menciptakan listrik gas diisi lampu tungsten pada tahun 1915. Ini adalah lampu pijar yang digunakan tungsten daripada karbon atau logam lain sebagai filamen bola lampu di dalam dan menjadi standar. Sebelumnya lampu dengan filamen karbon keduanya tidak efisien dan rapuh dan segera digantikan oleh lampu filamen tungsten setelah penemuan mereka.
Fluorescent Lamps
Friedrich Meyer, Hans Spanner, dan Edmund Germer dipatenkan lampu neon pada tahun 1927. Satu perbedaan antara uap merkuri dan lampu neon adalah bahwa lampu neon yang dilapisi di bagian dalam untuk meningkatkan efisiensi. Pada berilium pertama digunakan sebagai pelapis Namun, berilium terlalu beracun dan digantikan dengan bahan kimia neon yang lebih aman.

Lampu neon pertama kali diperkenalkan kepada publik di New York Fair Dunia di akhir tiga puluhan (1937). Lampu diperkenalkan secara komersial pada sekitar tahun 1938. Lampu neon adalah gas tekanan rendah debit sumber, di mana cahaya dihasilkan terutama oleh bubuk fluoresen diaktifkan oleh energi ultraviolet yang dihasilkan oleh busur merkuri.
Lampu ini biasanya dalam bentuk bohlam tubular panjang dengan elektroda disegel pada setiap akhir. Lampu neon modern memiliki khasiat sekitar 65-80 lumen per watt. Hari ini lampu neon juga tersedia di melingkar dan 'dilipat' bentuk. Lampu dengan berbagai temperatur warna yang berbeda dan sifat rendering warna yang umum tersedia. Lampu neon yang paling umum adalah CW atau versi putih dingin, meskipun versi 'hangat' baru sekarang mendapatkan popularitas, di seluruh dunia. Semua lampu neon memerlukan pemberat, untuk operasi.

Dikembangkan di tahun 1980-an lampu neon kompak merevolusi industri pencahayaan. Ini lampu (juga disebut sebagai lampu PL), hanyalah sebuah tabung neon dilipat, kadang-kadang tidak lebih besar dari 'bola cahaya' standar. Balast biasanya dipasang di dasar pf lampu. Ini lampu baru memungkinkan lampu pijar yang paling rumah tangga untuk diganti dengan lampu hemat energi baru neon. Selain aplikasi retrofit, perlengkapan 'pot cahaya' baru telah dikembangkan secara khusus untuk lampu PL, untuk aplikasi pencahayaan perumahan, komersial dan industri.
Lampu halogen
US Patent 2.883.571 diberikan kepada Elmer Friedrich dan Emmett Wiley untuk lampu halogen tungsten - jenis perbaikan dari lampu pijar - pada tahun 1959. Sebuah lampu halogen cahaya yang lebih baik ditemukan pada tahun 1960 oleh insinyur General Electric Fredrick Moby. Moby diberikan Paten AS 3.243.634 untuk halogen tungsten nya Sebuah lampu-yang bisa masuk ke dalam soket bola lampu standar. Selama awal 1970-an, General Electric insinyur penelitian menemukan cara ditingkatkan untuk memproduksi lampu halogen tungsten.
Pada tahun 1962, General Electric mematenkan sebuah lampu busur disebut "Multi Vapor Logam Halida" lampu.
Lampu Sodium Tekanan Tinggi
HPS (HPS) - Lampu sodium tekanan tinggi telah terus dikembangkan dan mendapatkan popularitas, sejak diperkenalkan 1966. Ini menyediakan sumber penerangan lebih ekonomis dibanding merkuri, neon, atau lampu pijar dan memiliki warna yang lebih alami dari sodium tekanan rendah.
Cahaya Emitting Diode
Para light emitting diode (LED) adalah persimpangan pn semikonduktor lampu yang memancarkan radiasi kemudian bias dalam arah maju. Radiasi yang dipancarkan mungkin baik terlihat (inframerah) atau dalam spektrum terlihat. Terlihat lampu solid state yang digunakan untuk layanan indikator umur panjang. Dioda inframerah memiliki output hati-hati disesuaikan dengan photoreceivers silikon. Mereka digunakan dalam hubungannya dengan penerima, untuk menghitung, penginderaan, dan aplikasi posisi. LED umumnya beroperasi dalam kisaran 1 sampai 3 volt pada arus 10 sampai 100, milliamperes terus menerus.

LED biasanya digunakan dalam aplikasi pencahayaan indikator. Karena kehidupan mereka sangat panjang dan arus operasi yang rendah, mereka pengganti ideal untuk lampu indikator pijar. Awal LED merah hanya datang. Next dan kuning hijau diperkenalkan. Pada pertengahan tahun 1990 biru dan putih LED telah dikembangkan.
sumber : http://usmanft.blogspot.com/2006/05/led-sebagai-sumber-cahaya-masa-depan.html

About the Author

Nulla sagittis convallis arcu. Sed sed nunc. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.
View all posts by: BT9

2 komentar:

Back to top ↑
Connect with Us

    Follow yak:

    Terima Kasih Anda pengunjung ke:

    Diberdayakan oleh Blogger.

What they says

Jangan mudah percaya dengan perkataan sebelum perbuatan terjadi.
© 2013 Informasi Best. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.